Menurut data, pengiriman aluminium mentah dan produk setengah jadi China ke luar negeri mempertahankan momentum yang kuat dalam dua bulan pertama tahun 2026.data terbaru dari Administrasi Umumdari Bea Cukai, yang menggarisbawahi peran berkelanjutan negara tersebut sebagai pemasok penting bagi rantai pasokan manufaktur global.
Data bea cukai yang dirilis minggu ini menunjukkan bahwa ekspor aluminium mentah dan produk aluminium pada bulan Februari mencapai 430.000 metrik ton. Untuk periode Januari hingga Februari secara gabungan, total ekspor mencapai 970.000 metrik ton, menandai peningkatan yang signifikan sebesar 12,8% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025.
Analisis Bulanan Mengungkap Kekuatan yang Mendasar
Volume ekspor bulan Februari, meskipun mencerminkan perlambatan musiman yang biasa terjadi karena periode liburan Tahun Baru Imlek, masih menunjukkan peningkatan sebesar 5,4% dibandingkan dengan Februari tahun sebelumnya. Ekspor bulan Januari tercatat sekitar 541.000 metrik ton, yang mewakili lonjakan sebesar 19,9% dibandingkan tahun sebelumnya.membangun fondasi yang kuatuntuk lintasan kuartal pertama.
Pertumbuhan bulanan berturut-turut, angka Januari juga naik 0,19% dari Desember 2025, menunjukkan minat luar negeri yang berkelanjutan terhadap material setengah jadi Tiongkok meskipun terjadi gesekan perdagangan yang berkelanjutan di beberapa pasar Barat.
Konteks Perebutan Pasokan Global
Lonjakan ekspor terjadi di tengah meningkatnya ketatnya pasokan global. Dengan produsen Timur Tengah, yang menyumbang sekitar 9% dari produksi dunia, menghadapi gangguan operasional akibat konflik regional, pabrik-pabrik Tiongkok telah mengisi kekosongan tersebut. Analis industri mencatat bahwa pengalihan aliran bahan baku, khususnya alumina yang dialihkan dari Selat Hormuz, telah membantu mempertahankan ekonomi produksi Tiongkok sementara pembeli luar negeri berebut sumber alternatif.
Faktor Pendorong Permintaan Hilir
Sumber pasar menunjukkan bahwa volume ekspor yang tinggi mencerminkan permintaan pengguna akhir yang kuat di berbagai sektor. Meningkatnya konsumsi dari pembangunan pusat data, pembuatan rangka panel surya, dan pembangunan infrastruktur transisi energi yang sedang berlangsung di negara-negara Barat telah berkontribusi pada kekuatan pesanan.
Untuk pengolah hilir yang berspesialisasi dalamlembaran aluminium, pelat, batangan, tabung, dan pemesinan CNC presisi.Arus ekspor yang berkelanjutan membawa implikasi yang beragam. Meskipun pengiriman luar negeri yang kuat mencerminkan fundamental konsumsi global yang sehat, hal itu juga memperketat ketersediaan bahan baku setengah jadi di dalam negeri, yang berpotensi mendukung premi pabrik. Produsen yang bergantung pada impor di Eropa dan Amerika Utara terus menghadapi waktu tunggu yang panjang, sehingga memberikan peluang bagi pengolah di Tiongkok yang memiliki akses bahan baku yang stabil untuk meraih bisnis ekspor bernilai tambah.
Awal yang kuat di tahun 2026 menempatkan sektor fabrikasi aluminium China pada posisi yang tepat untuk tahun yang aktif lainnya, meskipun para pelaku pasar tetap waspada terhadap potensi perubahan kebijakan dan biaya logistik yang terus berkembang.
Waktu posting: 18 Maret 2026
