Menurut data resmi yang dirilis oleh Biro Statistik Nasional Tiongkok,Aluminium utama TiongkokProduksi meningkat menjadi 3,42 juta metrik ton pada bulan Mei, mewakili peningkatan tahunan sebesar 3,1%. Angka ini melampaui produksi bulan April sebesar 3,36 juta metrik ton dan mencetak rekor tertinggi sepanjang masa untuk produksi aluminium primer domestik bulanan.
Dihitung berdasarkan rata-rata harian, produksi harian bulan Mei mencapai 110.322 metrik ton. Meskipun angka ini sedikit menurun dari rekor rata-rata harian bulan April sebesar 112.000 metrik ton, momentum produksi secara keseluruhan tetap kuat dan meningkat.
Analis aluminium dari CRU Group berkomentar bahwa produksi aluminium primer China mempertahankan pertumbuhan yang kuat pada bulan Mei, dan kebijakan penguncian wilayah yang diberlakukan di seluruh negeri tidak menimbulkan gangguan material terhadap operasi peleburan. Lembaga riset tersebut memproyeksikan bahwa produksi akan terus meningkat hingga Juni dan Juli. Sejak akhir tahun lalu, sistem pasokan listrik China secara umum mempertahankan alokasi listrik yang cukup untuk industri yang membutuhkan banyak energi.
Dalam beberapa tahun terakhir, Tiongkok menerapkan kebijakan pembatasan pasokan listrik untuk memajukan target iklim puncak karbon dan netralitas karbon serta mengatasi kekurangan listrik regional. Pembatasan tersebut memberikan pukulan yang nyata terhadap produksi aluminium primer, sektor dengan konsumsi energi yang sangat tinggi. Meskipun demikian, kondisi pasokan listrik telah menunjukkan peningkatan yang signifikan mulai akhir tahun 2021, memungkinkan pabrik peleburan aluminium domestik untuk beroperasi mendekati kapasitas penuh secara stabil.
Pada tahun 2021, produksi aluminium primer tahunan Tiongkok mencapai puncak bersejarah sebesar 38,5 juta metrik ton. Dalam lima bulan pertama tahun ini, kumulatifproduksi aluminium primermencapai 16,4 juta metrik ton, naik 0,3% dibandingkan tahun sebelumnya.
Sementara itu, produksi bulanan gabungan dari sepuluh logam non-ferrous utama termasuk tembaga, aluminium primer, timbal, seng, dan nikel meningkat 3,3% dibandingkan tahun sebelumnya menjadi 5,64 juta metrik ton, menandai tingkat pertumbuhan bulanan terkuat sejak Desember 2020. Untuk lima bulan pertama tahun ini, total produksi dari sepuluh logam non-ferrous inti ini meningkat sebesar 0,9% dibandingkan tahun sebelumnya menjadi 27,25 juta metrik ton.
Dampak Ganda pada Pasar Aluminium Global
Meningkatnya produksi aluminium primer di China membawa implikasi ganda bagi pasar aluminium internasional.
Di satu sisi, peningkatan pasokan domestik dari China secara efektif meringankan ketatnya pasokan di pasar aluminium global, terutama di tengah gangguan pasokan yang disebabkan oleh konflik geopolitik di Timur Tengah.
Di sisi lain, perluasan kapasitas peleburan China yang berkelanjutan kemungkinan akan memberikan tekanan ke bawah pada harga aluminium internasional, terutama di tengah ekspektasi luas akan perlambatan ekspansi ekonomi global.
Seperti yang dilaporkan oleh Reuters, harga acuan aluminium telah merosot ke level terendah dalam hampir enam bulan. Penurunan harga ini mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap dua faktor utama: ekspansi pesatPasokan aluminium primer Tiongkokdan prospek yang lesu untuk permintaan aluminium hilir global.
Waktu posting: 23 Juni 2026
